Kelas Iqra', usia TK dan SD kelas 1

Anak-anak dibimbing sungguh2, belajar baca Al-Qur'an dari NOL, mulai dari mengenal HURUF. Pengajaran Semi Private. Sambil menunggu temannya, setiap anak haruf aktif membaca sendiri2. Yg sudah diajari juga harus mengulang2 bacaan. Tidak boleh behennti. Tidak ada istilah CAPEK.

Belajar Menulis Arab dan Menghafal

Tidak hanya belajar membaca, juga belajar menulis Arab, belajar menghafal dua kalimat syahadah, doa-doa, kalimat2 thoyyibah, dsb.

Mereka Tabungan Akhirat Kita

Mereka adalah tabungan akhirat kita. Dunia adalah tempat bercocok tanamnya akhirat. Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah, yang paham ilmu agama Islam dan bisa mengajarkannya. Menjadi kebanggaan Rasulullah, kebanggaan guru dan orang tuanya. Berguna dimanapun berada. Amin.

Safinatun Najah dan Sullamut Taufiq

Dua kitab wajib sebagai mata pelajaran. Safinah untuk fiqih dasar dan Sullam yang berisi Aqidah/Tauhid, Fiqih dan Akhlaq sebagai lanjutan. Disamping pelajar lain seperti Aqidatul Awam (aqidah), Alala (akhlak) dan Tajwid.

Ngaji Subuh khusus Fiqih

Semoga program ngaji shubuh ini bisa terus berlanjut dan istiqomah dan mendapat dukungan dari para orang tua (wali). Banyak sekali manfaat dan berkah di waktu shubuh.

Dibuka Pendaftaran Ngaji Kapan Saja

Bisa daftar ngaji kapan saja, yang penting ada niat sungguh-sungguh ingin belajar atau mendidik anak.

Tampilkan postingan dengan label Sayyid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayyid. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2022

Saya adalah Sayyid Anak Adam

Dalam al-Qur’an, Allah Ta'ala menyebut Nabi Yahya as dengan kata “Sayyid”:

وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (ءال عمران: 39)

“… menjadi pemimpin dan ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. 
QS. Ali ‘Imran: 39

Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Hadits yang mempunyai Isnad shahih ini berasal dari Jabir bin ‘Abdullah ra. yang mengatakan sebagai berikut:

“Pada suatu hari kulihat Rasulallah saw. naik keatas mimbar. Setelah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah saw. beliau bertanya : ‘Siapakah aku ini ?’ Kami menyahut: Rasulallah ! Beliau bertanya lagi: ‘Ya, benar, tetapi siapakah aku ini ?’. Kami menjawab : Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul-Mutthalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf ! Beliau kemudian menyatakan : ‘Aku sayyid anak Adam….’.”

Para Sahabat pun menghormati keluarga Rasulullah Shalallahu a'laihi wassalam dengan menyebut "Sayyidi"
Didalam Al-Mustadrak Al-Hakim mengetengahkan sebuah Hadist dengan isnad Shahih, bahwa “Abu Hurairah ra. dalam menjawab ucapan salam Al-Hasan bin ‘Ali ra. selalu mengatakan “Alaikassalam ya sayyidi”. Atas pertanyaan seorang Sahabat ia menjawab : ‘Aku mendengar sendiri Rasulullah Shalallahu a'laihi wassalam. menyebutnya (Al-Hasan ra.) Sayyid’ “.

Hadist Nabi Shalallahu a'laihi wassalam  diriwayatkan Abu Hurairah ra :

أنا سيد ولد آدم يوم القيامة، وأول من ينشق عنه القبر، وأول شافع وأول مشفع.

“Aku adalah Sayyid (penghulu) anak Adam pada hari kiamat, orang pertama yang bangkit dari kubur, orang pertama yang memberi syafaat dan orang pertama yang diberi hak untuk memberikan syafaat” 
Shahih Muslim, 4223

Asy-Syaikh al’Allamah Ibn Hajar al-Haitami rahimahullah dalam Kitab al-Minhaj al-Qawim, hlm160, menuliskan sebagai berikut :

وَلاَ بَأْسَ بِزِيَادَةِ سَيِّدِنَا قَبْلَ مُحَمَّدٍ، وَخَبَرُ”لاَ تُسَيِّدُوْنِي فِيْ الصَّلاَةِ” ضَعِيْفٌ بَلْ لاَ أَصْلَ لَهُ

“Dan tidak mengapa menambahkan kata “Sayyidina” sebelum Muhammad. Sedangkan hadits yang berbunyi “La Tusyyiduni Fi ash-Shalat” adalah hadits dha’if bahkan tidak memiliki dasar (hadits maudlu/palsu)”.

Syekh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri rahimahullah mengatakan :

“الأولي ذكر السيادة لأن الأفضل سلوك الأدب”.   

" Yang lebih utama adalah mengucapkan "Sayyidi"  karena ini adalah cara lebih utama dalam beradab"
Kitab Hasyiyah al-Bajuri, I/156

SAFINATUN NAJAH

More »