Kelas Iqra', usia TK dan SD kelas 1

Anak-anak dibimbing sungguh2, belajar baca Al-Qur'an dari NOL, mulai dari mengenal HURUF. Pengajaran Semi Private. Sambil menunggu temannya, setiap anak haruf aktif membaca sendiri2. Yg sudah diajari juga harus mengulang2 bacaan. Tidak boleh behennti. Tidak ada istilah CAPEK.

Belajar Menulis Arab dan Menghafal

Tidak hanya belajar membaca, juga belajar menulis Arab, belajar menghafal dua kalimat syahadah, doa-doa, kalimat2 thoyyibah, dsb.

Mereka Tabungan Akhirat Kita

Mereka adalah tabungan akhirat kita. Dunia adalah tempat bercocok tanamnya akhirat. Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah, yang paham ilmu agama Islam dan bisa mengajarkannya. Menjadi kebanggaan Rasulullah, kebanggaan guru dan orang tuanya. Berguna dimanapun berada. Amin.

Safinatun Najah dan Sullamut Taufiq

Dua kitab wajib sebagai mata pelajaran. Safinah untuk fiqih dasar dan Sullam yang berisi Aqidah/Tauhid, Fiqih dan Akhlaq sebagai lanjutan. Disamping pelajar lain seperti Aqidatul Awam (aqidah), Alala (akhlak) dan Tajwid.

Ngaji Subuh khusus Fiqih

Semoga program ngaji shubuh ini bisa terus berlanjut dan istiqomah dan mendapat dukungan dari para orang tua (wali). Banyak sekali manfaat dan berkah di waktu shubuh.

Dibuka Pendaftaran Ngaji Kapan Saja

Bisa daftar ngaji kapan saja, yang penting ada niat sungguh-sungguh ingin belajar atau mendidik anak.

Tampilkan postingan dengan label Cium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cium. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2022

DALIL MENCIUM TANGAN ULAMA'

DALIL MENCIUM TANGAN ULAMA'

1- Hadits Sahabat Ka'b bin Malik mencium dua tangan dan dua kaki Nabi setelah diterima taubatnya. Referensi : Fatawa Fiqhiyyah Al Kubro karya Ibnu Hajar Al Haitami.

وَرَوَى ابْنُ حِبَّانَ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ - رَضِيَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْهُ - قَالَ «لَمَّا نَزَلَتْ تَوْبَتِي أَتَيْت النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَبَّلْت يَدَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ» [ابن حجر الهيتمي، الفتاوى الفقهية الكبرى، ٢٤٧/٤]

2- Hadits dua orang Yahudi mencium tangan dan kaki Nabi. Status hadits dalam penilaian Imam Tirmidzi : Hasan Sahih. Referensi : Tuhfatul Ahwadzi karya Al Mubarakfuri, Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqolani dan Fatawa Fiqhiyyah Al Kubro karya Ibnu Hajar Al Haitami.

قال بن بَطَّالٍ وَذَكَرَ التِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ أَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ تِسْعِ آيَاتٍ الْحَدِيثَ. وَفِي آخِرِهِ فَقَبَّلَا يَدَهُ وَرِجْلَهُ. قَالَ التِّرْمِذِيُّ حسن صحيح [عبد الرحمن المباركفوري، تحفة الأحوذي، ٤٣٧/٧]

وَفِي آخِرِهِ فَقَبَّلَا يَدَهُ وَرِجْلَهُ قَالَ التِّرْمِذِيُّ حسن صَحِيح [ابن حجر العسقلاني، فتح الباري لابن حجر، ٥٧/١١]

وَالْحَقُّ أَنَّهُ سُنَّةٌ كَمَا قَدَّمْنَاهُ لَمَّا رَوَى التِّرْمِذِيُّ أَنَّ «الْيَهُودِيَّيْنِ اللَّذَيْنِ سَأَلَا النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَنْ التِّسْعِ الْآيَاتِ فَأَجَابَهُمْ قَبَّلَا يَدَهُ وَرِجْلَهُ وَلَمْ يُنْكِرْ عَلَيْهِمَا» [ابن حجر الهيتمي، الفتاوى الفقهية الكبرى، ٢٤٧/٤]

3- Hadits Buraidah tentang kisah A'robi yang meminta izin pada Nabi untuk mencium kepala dan dua kaki beliau, dan beliau shalallahu'alaihi wasallam memberi izin. Referensi : Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqolani.

وَمِنْ حَدِيثِ بُرَيْدَةَ فِي قِصَّةِ الْأَعْرَابِيِّ وَالشَّجَرَةِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي أَنْ أُقَبِّلَ رَأَسَكَ وَرِجْلَيْكَ فَأَذِنَ لَهُ 
[ابن حجر العسقلاني، فتح الباري لابن حجر، ٥٧/١١]

4- Hadits Ummu Aban yang menceritakan delegasi Abdil-Qais yang mencium tangan dan kaki Nabi. HR. Abu Dawud, Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menilai sanadnya bagus.

عن أُمّ أَبَانَ بِنْتِ الْوَازِعِ بْنِ زَارِعٍ عَنْ جَدِّهَا زَارِعٍ - وَكَانَ فِي وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ - قَالَ : لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، وَرِجْلَهُ . رواه أبو داود (5227) ، وجوَّد الحافظ ابن حجر إسناده في "فتح الباري" (11/57)

5- Sayyidina Ali Krw. mencium tangan dan kaki Sayyidina Abbas, paman beliau, dan mengatakan "paman, ridhoilah aku.." Referensi : Fatawa Fiqhiyyah Al Kubro karya Ibnu Hajar Al Haitami.

وَفِي بَعْضِهَا أَنَّ عَلِيًّا كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ قَبَّلَ يَدَ الْعَبَّاسِ وَرِجْلَهُ وَيَقُولُ أَيْ عَمِّ ارْضَ عَنِّي. [ابن حجر الهيتمي، الفتاوى الفقهية الكبرى، ٢٤٧/٤]

Jika ada yang menyatakan itu khususyiyyah Nabi atau hanya sahabat yang boleh, maka mereka wajib mendatangkan dalilnya. Karena al-ashlu dalam hukum adalah 'aam; umum, mencakup semuanya, selama tidak ada dalil yang menyatakan itu kekhususan Nabi shalallahu alaihi wasallam. Dan dalam hal ini tidak ada dalil khususyiyyahnya. Maka klaim khususyiyyah tersebut tidak berlaku.

Semoga bermanfaat. Wallahu ta'ala a'la wa a'lam..

#Fikih_Keseharian

SAFINATUN NAJAH

More »