Kelas Iqra', usia TK dan SD kelas 1

Anak-anak dibimbing sungguh2, belajar baca Al-Qur'an dari NOL, mulai dari mengenal HURUF. Pengajaran Semi Private. Sambil menunggu temannya, setiap anak haruf aktif membaca sendiri2. Yg sudah diajari juga harus mengulang2 bacaan. Tidak boleh behennti. Tidak ada istilah CAPEK.

Belajar Menulis Arab dan Menghafal

Tidak hanya belajar membaca, juga belajar menulis Arab, belajar menghafal dua kalimat syahadah, doa-doa, kalimat2 thoyyibah, dsb.

Mereka Tabungan Akhirat Kita

Mereka adalah tabungan akhirat kita. Dunia adalah tempat bercocok tanamnya akhirat. Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah, yang paham ilmu agama Islam dan bisa mengajarkannya. Menjadi kebanggaan Rasulullah, kebanggaan guru dan orang tuanya. Berguna dimanapun berada. Amin.

Safinatun Najah dan Sullamut Taufiq

Dua kitab wajib sebagai mata pelajaran. Safinah untuk fiqih dasar dan Sullam yang berisi Aqidah/Tauhid, Fiqih dan Akhlaq sebagai lanjutan. Disamping pelajar lain seperti Aqidatul Awam (aqidah), Alala (akhlak) dan Tajwid.

Ngaji Subuh khusus Fiqih

Semoga program ngaji shubuh ini bisa terus berlanjut dan istiqomah dan mendapat dukungan dari para orang tua (wali). Banyak sekali manfaat dan berkah di waktu shubuh.

Dibuka Pendaftaran Ngaji Kapan Saja

Bisa daftar ngaji kapan saja, yang penting ada niat sungguh-sungguh ingin belajar atau mendidik anak.

Tampilkan postingan dengan label IMALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMALAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2020

Bacaan Imalah dalam Al-Qur'an dan Cara Bacanya

 

Bacaan Imalah dalam Al-Qur'an dan Cara Bacanya

Imalah secara bahasa artinya memiringkan atau membengkokan, sedangkan menurut istilah yaitu memiringkan fathah kepada kasrah atau memiringkan alif kepada ya’.

Pada riwayat Imam Hafs hanya ada satu kata yang harus dibaca dengan imalah yaitu pada lafadz (مَجْرٰىهَا)  pada surat Hud ayat 41. Berikut ayat lengkapnya:
وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيْهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرىٰهَا وَمُرْسٰهَا إِنَّ رَبِّى لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Cara bacanya seperti melafalkan “re” pada kata mereka dan pare (lebih tepatnya harus talaqqi oleh guru).

 

Diterapkan imalah pada (مَجْرٰىهَا) adalah untuk memberi arti berjalan di laut. Kata (مَجْرٰىهَا) berasal dari kata (جَرَى) yang bisa berarti berjalan di atas daratan atau mengalir/berjalan di permukaan laut/air.
Apabila kita belajar tentang qiraat sab’ah, baca imalah banyak dijumpai pada qiraat Imam Hamzah, Imam Al-Kisa’iy dan riwayat Ibnu Dzakwan dari Ibnu ‘Amir. Imalah dalam qiraat Imam Hamzah dan Imam Al-Kisa’iy diterapkan pada kata yang terdapat alif layyinah (alif berbentuk ya’) seperti pada kata (وَالضُّحَى), (هُدَى), dan (قَلَى). Adapun dalam qiraat Ibnu ‘Amir riwayat Ibnu Dzakwan, imalah diterapkan pada kata seperti (جَاءَ).
Bacaan imalah diakui termasuk salah satu dialek bahasa Arab standar (fasih) untuk penduduk Najed dari suku Tamim, Qais dan Asad.


Ada juga bacaan yang menyerupai imalah yaitu taqlil yang termasuk pada qiraat Imam Nafi’ riwayat Warsy pada dzawat Ya’, dan Imam Abu ‘Amr pada lafazh yang berwazan (فُعْلَى), (فِعْلَى), dan (فَعْلَى). bedanya taqlil lebih mendekati fathah.

 

Sumber copas: https://hahuwa.blogspot.com/2017/02/bacaan-imalah-dalam-al-quran.html?m=1

SAFINATUN NAJAH

More »